Waspadai 5 Tempat Ini Guys, Biasanya Jadi Sarang Pedofil

CafeGue.com – Sebelumnya, Viki sudah menjabarkan tentang apa aja yang bisa membuat seseorang menjadi pedofil. Nah, salah satu faktor pemicu kelainan ini adalah trauma masa kecil. Sebagian besar pedofil pernah menerima konten seksual yang enggak sesuai usianya, atau mengalami pelecehan seksual di masa kecil.

Nah, tentunya kita enggak mau adik, saudara, bahkan anak kita terjerat oleh pelaku pedofilia. Pasalnya, pelaku pedofilia enggak cuma menjerat korban di gudang sepi layaknya film-film aksi lho! Tempat-tempat yang kita kira aman pun bahkan bisa jadi tempat bagi pelaku untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Nah, mana aja sih tempat yang sering dimanfaarkan oleh pelaku pedofilia? Ini dia:

 

1. Taman bermain

Masih ingat enggak dengan kasus pencabulan 15 anak di Cibinong beberapa waktu lalu? Nah, pelaku yang juga pengidap pedofilia ini tinggal tepat di depan taman bermain lho. Dia sering “menjaring” anak-anak di taman bermain itu dengan iming-iming permen,mainan, dan hal-hal lain yang menyenangkan anak-anak.

Untuk itu, kita sebagai orang dewasa enggak boleh melepas begitu aja anak-anak, bahkan di taman bermain yang dianggap aman sekali pun. Kita harus tetap mengawasi mereka dan jangan sampai mereka terkena jeratan pelaku pedofil.

 

2. Sekolahan

Di awal Januari lalu, ada seorang guru di Sumedang yang menodai beberapa muridnya. Hal ini benar-benar enggak disangka, karena guru tersebut merupakan guru yang sangat dipercaya, alim, dan kelihatan mengayomi anak-anak.

Well, susah memang mempercayai bahwa sekolah bisa jadi tempat yang mengerikan buat anak. Soalnya, sekolah itu merupakan sebuah tempat yang dianggap bernilai luhur dan menjadi pusat pendidikan. Enggak mungkin dong seorang pendidik mampu melecehkan anak-anak tanpa dosa. Namun memang terbukti ada banyak kasus pelecehan seksual di sekolah oleh guru kepada muridnya. Jadi, sebagai orang yang lebih tua, kita harus waspada dan harus bisa jadi tempat curhat yang bijak bagi adik-adik, saudara, atau anak kita terkait apa yang dia alami di sekolah.

 

3. Mal

Hati-hati juga dengan pusat perbelanjaan ya, terutama pada bagian kamar kecil. Tahun lalu, ada seorang pedofil yang tertangkap oleh satpam mencabuli anak kecil di toilet sebuah mall di Semarang lho.

Berbeda dengan toilet cewek, toilet cowok memang lebih terbuka. Kita bisa saling melihat aktivitas buang air karena pispot yang berjejer menempel di dinding. Seringkali orangtua melepas sendiri anaknya buat ke toilet dan hanya menunggu di depan toilet. Nah, yang harus kita lakukan guna mencegah hal ini terjadi adalah, temani anak kita saat di toilet pusat perbelanjaan. Pasalnya di sana banyak orang asing dengan beragam latar belakang lho, dan kita enggak bisa menjamin bahwa semua orang yang ada di sana itu “normal”. Apalagi kalau sedang sepi, wah, suasana semacam ini nih yang disukai para pedofil.

 

4. Warnet

Melepas anak di warung internet atau warnet sendirian itu benar-benar enggak baik. Ancamannya bukan cuma dari pedofil aja, tetapi juga dari anak itu sendiri. Anak bisa membuka konten apa saja di Internet tanpa pengawasan. Besar kemungkinan mereka membuka konten-konten yang enggak sesuai dengan umur mereka.

Umumnya, warnet dibangun dengan konsep bilik/sekat. Nah, bilik dan sekat ini dimanfaatkan oleh pelaku pedofil untuk “mengerjai” anak tanpa ketahuan, dan membukakan konten-konten porno yang bisa jadi memberikan pemikiran buruk pada mereka. So, jangan pernah biarkan anak main ke warnet sendirian ya!

 

5. Rumah Pelaku

Kalau kita tengok lagi grup Official Loly Candys 18+ yang belum lama ini diusut kepolisian, banyak para pedofil yang merupakan tetangga dari korban. Mereka bukanlah tetangga yang punya kriteria buruk. Bahkan, mereka dikenal sebagai orang yang baik dan enggak neko-neko. Yap, terbukti kalau kita enggak bisa menilai buku dari sampulnya aja, kan?

Susah memang mendeteksi pedofilia. Apalagi banyak di antara mereka yang jago memanipulasi sesuatu, termasuk sifat dan karakternya. Saking manipulatifnya, mereka tau banget bagaimana cara membuat anak-anak jadi nyaman dan ketergantungan sama mereka. Mereka juga tahu cara untuk menarik anak-anak masuk ke rumah mereka, entah dengan permen, mainan, atau binatang-binatang lucu. Jadi, sama seperti yang sudah Viki katakan sebelumnya, selalu awasi anak di mana pun, di rumah tetangga sekalipun.

Satu hal, kalau mau menitipkan anak, titipkan pada orang yang benar-benar sudah kita ketahui banget latar belakangnya dan sudah kita kenal lama. Misalnya ke adik kita, ke teman deket kita dari lama, atau ke orangtua. Jangan biarkan anak sama orang yang enggak terlalu kita kenal cuma karena orang itu adalah “tetangga yang kelihatannya terpercaya”, padahal belum kita kenal lama.

***

Pelaku pedofil memang jadi pihak yang paling bertanggungjawab terhadap kejahatan seksual pada anak. Namun kita harus ingat bahwa sebagai orang yang lebih tua, kita punya tanggungjawab untuk menjaga anak kita dari potensi bahaya yang diberikan pedofil. Jangan hanya menyalahkan pihak berwajib yang enggak mampu memberantas semua pedofil, pasalnya pelaku pedofilia itu susah dideteksi, loh. So, daripada menyalahkan, lebih baik mencegah bukan.

Dikutip : https://viral.kincir.com/epic-life/5-tempat-favorit-para-pedofil